Showing posts with label Personal. Show all posts
Showing posts with label Personal. Show all posts
Appreciate what do you have, especially your parents. Trust me, it's really hard to life without parents. 

Dulu pas masih ada bokap dan tinggal bareng nyokap gw juga kadang masih suka ngebantah, apalagi kalau nyokap suka nyuruh A B C D, pualiiing magerr banget. 

Tapi setelah bokap meninggal dan gw nggak tinggal bareng nyokap lagi, gw jadi nyesel sendiri. 

Gw tau kadang orang tua suka nggak sejalan sama kebaikan atau maunya anak seperti apa, tapi lu bakal paham itu semua ketika lu udah nggak bisa tinggal bareng-bareng sama mereka lagi. 

“if you love something, let it go, if it comes back, it was meant to be.” 


I used to think this saying was simply fodder for idealists.

I have a friend who used to be of paramount importance in my life sophomore year of high school. Our friendship began with casual meet at class room but we can't contact with each other. He is a kind boy. 

at that time, he was already had a girlfriend. Around the same time, though, I was beginning a burgeoning relationship. While I was beginning to get serious with my boyfriend, I didn’t notice the signs. Instead, I focused on myself. Instead, I let our friendship wane.

A few years later, we meet again on social media and I know he was ending a relationship with his girlfriend. 

I still consider he is someone important to me even though we don’t talk often or even see each other. I’m not sure what is happening in his life, but I wish I did. To this day we will exchange a few casual texts, but haven’t seen each other face to face in months. We live in the same town, yet it feels as if we are states apart.

Sometimes people fall out of our everyday lives so that they can discover who they are without you, and so you can discover who you are without them.




Hei you!

if you have something what you want to say to me, please contact me and tell me. 

I'll be waiting..

08 Maret diperingati sebagai International Women's Day atau Hari Perempuan Internasional yang diresmikan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sejak 1977 untuk memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia. Walaupun sudah lewat 4 hari dimana saya menuliskan blog ini. Saya ingin menyampaikan pesan dari saya perempuan, untuk teman-teman perempuan saya di luar sana.


"When women support each other, incredible things happen." Author, unknown.


Saya menyukai kutipan di atas. Meski sederhana, namun bermakna dalam.

Ada suatu pernyataan yang menyatakan, kita sebagai sesama perempuan, jangan saling subversif. Buat saya, itu adalah pernyataan yang benar. Bila ditanya cara paling sederhana untuk mendukung perempuan, maka menurut pendapat saya ialah dengan memiliki sikap penuh untuk secara positif mendukung setiap pilihannya.

Contohnya misal saat teman perempuan kita memiliki pemikiran dan gaya yang berbeda, kita tidak boleh serta merta men-judge atau menyatakan bahwa kita tidak setuju dengan hal tersebut. Ironinya, beberapa kasus yang sering saya temui baik di media social atau kehidupan bertetangga, sikap judgemental itu sendiri datang dari sesama perempuan.


Menurut saya setiap perempuan adalah sama.
Keadaan yang dialami setiap perempuanlah yang berbeda-beda.


Kita, semua perempuan adalah sama. Sama-sama ingin maju, memperoleh kehidupan yang lebih baik, dan berkembang sesuai dengan pilihannya masing-masing. Melihat banyaknya potensi yang perempuan miliki, baik perempuan itu sedang menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga atau wanita karier. Kita harus merangkul banyak perempuan untuk terus saling bekerja bersama.



"Dreaming of a simple life is the biggest dream of all."


I think it is. I would rather have a modest life than a wealthy one. And I have talked to lots of people who feel this way. “Go out and get a good job”. I was born from a simple family, my father was a businessman and my mother was a housewife. When I was in grade 3 at elementary school, I want to be a female pilot, when my female friends want to be doctors, nurses, teachers or artists, there was nothing wrong with that. I only graduated from high school, at the age of 17 I worked as a sales for medicinal products. 

but, as a time goes by, now I have a good work. Someday, I want to work in engineering at one of the biggest companies like Chevron, SKK MIGAS, or URS Corporation. I want to save my money from my salary to buy a house, get married and build a business later. Whether it's a business in the fields of food/beverages, clothing tailor or services.

In the other side, I want to continue my education to college. And if later I have a lot of money, I want to build a Foundation for children who don’t have parents for those who are worthy of life. When I get married, I want to have cats and dogs at home, to take care of them with my husband and my children later. I hope.


Yang sukar ialah, ikhlas pada keputusan Tuhan.

Sekalipun dalam bentuk kepulangan.

– Sarah Noer 


Kemarin, tepat tanggal 18 Februari 2020, Indonesia kembali berduka mendengar kepergian suami dari artis Bunga Citra Lestari dan juga aktor tanah air yaitu Ashraf Sinclair. Jujur, mendengar berita itu saya kaget, bahkan sempet sedih banget. Padahal saya tidak mengenal almarhum. Tapi rasanya ikut berduka atas kepergian almarhum. Saya cuma bisa mengirimkan doa yang terbaik untuk almarhum dan keluarga BCL yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan.

Berbicara tentang perpisahan atau kepergian, kematian adalah hal yang paling ditakutkan untuk semua orang. Takut kehilangan, takut tidak bisa bertemu kembali untuk selama-lamanya. Februari 2015 lalu, papa saya pergi meninggalkan saya dan keluarga untuk selama-lamanya. Malam itu saya dibangunkan dari tidur dan mendapati kabar papa saya sudah meninggal di rumah sakit. Seketika nyawa saya seperti melayang ada yang hilang. Cuma bisa menangis, menangis dan menangis. Tidak bisa berkata apa-apa dan masih tidak percaya saya harus kehilangan papa saya untuk selama-lamanya. 

Sampai sekarang, kalau mendengar kabar duka dari keluarga, teman dekat, atau bahkan orang yang tidak dikenal sekalipun masih terasa sakit. Dan saya tidak bisa membayangkan jika itu terjadi lagi dan menimpa orang-orang terdekat saya. I feel like I’m the saddest person in the world.

Pernah suatu ketika, saya bertemu papa di dalam mimpi. Rasanya seperti nyata. Saya peluk papa, menangis sejadi-jadinya. Kemudian saya terbangun dengan wajah yang sangat basah, bantal pun ikut basah, saya sadari itu air mata dari kerinduan yg teramat sangat.


It’s been 5 years and still bargaining mode. Walaupun setiap harinya saya merasa hidup saya hanya tinggal separuh nyawa, ada beberapa hal yang masih membuat saya bertahan dan bersyukur. Saya masih memiliki ibu, adik dan kakak yang begitu menyayangi saya. Saya masih memiliki pacar yang sangat mencintai saya dan saya masih memiliki teman-teman yang begitu baik kepada saya.

Memang susah untuk ikhlas menerima keputusan Tuhan, tapi saya mencoba untuk terus mensyukuri hidup saya hari ini. Karena saya percaya, kita semua yang pernah dipisahkan oleh Tuhan suatu saat akan dipertemukan kembali di tempat terbaik yang sudah Tuhan siapkan.

Amiinn.



"Happiness is 'contagious’ and can spread through by networks, friends, family, neighbours, and the people we found out there."


Seorang perempuan berangkat kerja di pagi hari. Memesan aplikasi ojek online ke tempat tujuan dengan jarak tempuh 11 kilometer.

“Selamat pagi, Pak” sapanya kepada sang driver terlebih dulu.
“Pagi mbak” sang driver membalas sembari memberikan senyuman.
Sesampainya di tempat tujuan, perempuan tersebut membayarnya dengan uang 30 ribuan untuk argo yang hampir 25 ribu.
“ambil saja kembaliannya pak, hati-hati di jalan” kata perempuan itu dengan senyum.
“terimakasih” jawab driver penuh syukur.

Sebelum melanjutkan orderan berikutnya, sang driver mampir dulu ke warteg langganannya untuk sarapan.

“kayak biasa pak?” tanya penjual makanan di warteg.
“iya biasa, nasi tempe orek sayur. Tapi tambahin ayam ya” jawab driver.
Dan ketika membayar nasi, di tambahkannya uang 2 ribu rupiah kepada penjual makanan di warteg.
“buat jajan anaknya” sahut driver.

Dengan tambahan uang 2 ribu tadi, pagi itu anak penjual makanan ke sekolah dengan senyum lebar.

Sesampai di sekolah anak tersebut membeli 2 roti, yang satunya akan diberikan kepada teman sebangkunya yang tidak membawa bekal sarapan.
Teman dari anak penjual makanan warteg itupun merasa senang dan bersyukur pagi itu.

Begitulah kebagahagiaan itu mengalir.

Perempuan mulai menyebarkan kebahagiaan.
Bapak driver bahagia hari itu.
Ibu dan anak penjual makanan di warteg pun turut bahagia.
Teman dari si anak pun turun tertular kebahagiaan.

Kebahagiaan adalah sebuah pilihan. Diri kitalah yang harus siap memilih untuk bahagia dan menularkan kebahagiaan. Semoga sisa hidup kita selalu bahagia dan membuat orang lain bahagia dengan keberadaan kita.

When I falter, I remember to look for the faces that are standing around me. Those friends who would rather spend a dozen tearful nights by my side than a lifetime without me… they are the ones I will cherish the most. Never forget how amazing my family is. Hold them close. There will come a time when we will separate.

Be brave. Stand up for what is right, even when it makes me weak in the knees and knotted up inside. Have the audacity to believe that my actions, and my words can make a difference.

When my words lose their meaning, when sentences – strung together with even the most eloquent of phrases – fail to express my emotion… My photographs will. My images will give me the ability to share exactly how I'm see the world… for all its beauty and its grace.

Yes, I am telling to my self that what I do matters and if my voice has the power to improve just one person’s life… It’s worth speaking up. There will be those who tell me that I'm naive. They will try to diminish my positive spirit and I beg of me – fight back. I will open my heart and wide-eyed wonder is a rarity in this world. At seventeen, I see the realities of this life and choose to focus on the silver lining.

That positive outlook will pull me through some of the darkest times. Hold on to it. Even when the waves roar higher, have faith that the wind will guide my sails to safe harbor.

When the adventure is going to bring far more than I ever could have planned for; more than I ever could have dreamed of. But keep dreaming. My dreams are so needed.

May I not know it yet… but I were born to be a creative. I have entrepreneurship running through my bloodstream and big dreams filling every tiny space in my heart. And as much as my passion will define me, I promise that it will never confine me.

if you could see your whole life from start to finish, would you change things?


5 tahun lalu usia saya masih 17 tahun, dimana saya masih duduk di bangku kelas 3 SMA. Pernah terlintas kah di pikiran kalian jika kalian kehilangan orang terdekat untuk selama-lamanya? Sebelumnya, hal itu tidak pernah terlintas dalam pikiran saya. Yang saya tahu, saya masih menikmati hari-hari saya bersama keluarga. Sampai satu hari dimana saya harus kehilangan Papa saya, kehilangan untuk selama-lamanya. Saya berpikir waktu itu saya adalah orang yang paling tidak beruntung, dimana papa saya harus meninggal disaat saya masih membutuhkan beliau.

Setelah papa saya meninggal, hal pertama yang saya pikirkan yaitu kehidupan saya akan berubah 180 atau bahkan 360⁰. Dari segi kehidupan maupun ekonomi. Yep benar saja, kakak saya pada saat itu masih kuliah, saya masih kelas 3 SMA, dan adik saya masih Sekolah Dasar. This is the hard part in my life.

”ikhlas menerima ketetapan Tuhan itu adalah ibadah yang baik“

Sepenggal tulisan cak nun yang masih saya ingat sampai hari ini. Saya berusaha untuk keep going my life, untuk diri saya, Ibu saya serta adik dan kakak saya. Setelah saya lulus SMA, saya melanjutkan untuk mencari pekerjaan. Saya harus keluar dari comfort zone. Ketika saya keluar dari zona nyaman saya. Hal yang terlintas dipikiran saya adalah "ternyata saya bukanlah satu-satunya orang yang tidak beruntung. di luar sana, ada ribuan orang yang lebih tidak beruntung daripada diri saya"



-bersambung-


Ketika saya menulis blog ini yang saya pikirkan adalah "apa yang akan saya bagikan untuk pembaca blog saya?" lalu saya terlintas, I’m want to sharing a blog-letter that I wrote to the seventeen year old version of myself. The sweet teenage soul with her worries, insecurities, and fears. The girl who grew up to believe that she truly could make an impact and help others to do the same. Dan jika bahkan ada orang di luar sana membaca blog saya ini, orang tersebut dapat menemukan kenyamanan dalam blog saya.

_________________________________________________________________________________

Dear Venia,

You don’t need to be perfect. I know that you feel pressured to look a certain way, to fit into a mold that you believe will equate to happiness, but I’m here to tell you that it won’t. Happiness isn’t another ten pounds or hundred dollars away. Happiness doesn’t exist in material objects, money, accolades, or praise. It doesn’t arise from being successful, it doesn’t multiply with the number of friends you have, or even accumulate with the number of zeros on your paycheck.

Happiness comes from truly and unapologetically loving yourself.

One day, very soon, you will leave your familiar streets behind you for the great big world outside. And the people you will meet along your travels will teach you more than textbooks ever could.

Find ways to make other people smile. Hold the door open for strangers. Volunteer. Never cease in your efforts to make this world a better place.

I can hear you saying: What if I try and I fail? What if I reach for the unknown and come crashing to the ground?  Oh, Venia, but what if you succeed?  What if taking that leap is exactly what you were meant to do?

STOP WORRYING ABOUT FAILURE.

You are going to fail. Itu adalah bagian kehidupan yang tidak bisa terhindarkan dan akan mengajarkan kamu lebih dari apa pun keberhasilan kamu. Failure makes us more resilient, it teaches us how to improve, it gives us the experience we need to succeed. Hear me in this: there is no shame in failing. (Hold up ... go and read that sentence again because I really want it to sink in for you!)

You won't always be the best at something, tapi kamu punya pilihan untuk menjadi orang yang bekerja lebih keras lagi dibanding yang lainnya. Don't take shortcuts, don't choose the easy way out, learn your craft, and pour your soul into building a career you can be proud of. Your perseverance will lay the foundation for lasting impact.

Your desire to serve other people, your vision for the way this world could be… it is going to set you free.



-Your Much Older, Slightly Wiser 23-Year-Old-Self-





Selamat Ulang Tahun, Semoga....

Itulah kalimat-kalimat yang saya dapati dari surel teman-teman terdekat dua hari lalu, tepat ulang tahun ke 23 tahun,  ngga kerasa ya umur saya semakin berkurang. Rasanya kok cepet banget menua ya? Sedangkan masih banyak amalan serta pencapaian-pencapaian lain yang masih pengin saya kumpulin.

Teruntuk teman-teman yang sudah mengirimi doa ataupun kado. Semoga doa ini untuk kalian kembali ya Amin..

Pagi itu, selepas adzan subuh berkumandang. Selesai menyelesaikan beberapa kewajiban. Saya melihat pesan masuk melalui Whatsapp dan Instagram.
Ada beberapa pesan masuk dari ibu, keluarga, wisnu dan teman-teman lainnya. Satu persatu menyampaikan doa yang terbaik buat saya. Setiap doa yang saya baca, mengingatkan saya bahwa banyak sekali orang-orang yang menyayangi saya.

Diumur yang semakin berkurang ini, diusia yang sudah menambah tua. Saya sangat berterimakasih kepada siapapun yang sudah memberikan warna warna dalam hidup saya, sekaligus meminta maaf kalau saya memiliki salah karena saya menyadari betapa fana-nya hidup ini dikala melewati tahun-tahun dan berkurangnya umur 🙏

Masih banyak pencapaian yang masih belum tercapai, dan semoga akan secepatnya saya capai Amin..

Ada beberapa pesan yang sempat saya foto, pesan-pesan dari teman terdekat.


Masih banyak beberapa doa dan tulisan yang belum sempat saya foto, tapi bagaimanapun doa dan tulisan-tulisan lainnya semoga terjabah oleh Tuhan Amin


dari Intan Anugerah Safitri


dari Kak Ulfatul Hasanah


dari Indri Mega


dari Kak Farliani Hijriana


Belajarlah untuk tidak merasa paling benar untuk hal-hal yang sesungguhnya menjadi hak prerogatif Tuhan.
Tentu beribadah dan meyakini kebenaran adalah hal yang utama.

Tapi menjadi keliru tatkala sikap tersebut dihinggapi takabur dengan menghakimi pihak lain, apakah ia bahagia atau celaka di akhirat kelak.
Sebuah kata bijak menyebutkan, “Perbuatan dosa yang membuatmu menyesal jauh lebih baik ketimbang beribadah yang disertai rasa ujub.” 

Tentang etika dakwah, Islam pun mengajarkan bahwa tugas seorang mubaligh sebatas menyampaikan, bukan mengislamkan apalagi menjanjikan kenikmatan surgawi.

Vonis terhadap orang ini-itu sebagai golongan kafir atau bukan,

masuk neraka atau surga, sangat tidak dianjurkan karena melangkahi Rabb, penguasa seluruh ciptaan.


Islam menekankan umatnya muhasabah atau koreksi diri sendiri daripada mencari kesalahan pribadi orang lain yang belum tentu lebih buruk di hadapan Tuhan.