Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts
1. Stranger things


Ini serial udah terkenal dimana mana sih. Bercerita tentang bocah yang menemukan ada upside down di dunia ini dan melawan monster aneh. Ada drama lucu dimana ada kisah cinta monyetnya. Overall menarik banget buat diikutin sih.



2. When they see us


SUPER BAGUS! Based on true story. Kisah tentang 5 anak yang masih dibawah umur yang dituduh bersalah atas kasus pemerkosaan. Mereka dipenjara belasan tahun padahal bukan mereka pelakunya. Akan terjawab semua kisahnya di ending. Sayangnya serial ini cuma ada 4 episode. Tapi, WOW sekali film ini.



3. Bird box

Ini bukan serial tapi film orisinil netflix durasi 1jam 20 menit-an. Ceritanya hampir sama dengan a quiet place. Bedanya ya kalau ini nggak boleh melihat aja karena ada “makhluk” yang emang nggak boleh dilihat. Nilainya sih 9/10. Alur ceritanya oke dan lumayan bikin tegang.


4. Lost in space

Ini serial tentang perjalanan 1 keluarga ke luar angkasa. Ada drama sama konfliknya. intinya tentang keberhasilan mereka pindah ke planet luar selain di bumi dan ada makhluk luar angkasa yang bantuin mereka selama bertahan hidup saat masa masa kritis di luar angkasa.




5. The haunting of hill house

Ini serial horror. Punya rate bagus banget di netflix dan saya akuin dari plot cerita beserta semuanya nggak ada yang kaleng kaleng. Hantunya elegan dan kisahnya bener-bener bikin penasaran. Wajib banget  ditonton.


6. Somewhere between

Ini limited series deh. Jadi kayaknya cuma abis dalam 1 series dengan 10 episode. Drama crime yang dikemas dengan penuh teka teki dan bener-bener bikin penasaran dari tiap episodenya.













7. Sex education

Serial dengan Genre drama komedi. Cerita tentang anak cupu di sebuah highschool yang nggak pernah sex sama sekali dan pada akhirnya buka jasa konsultasi sex. Alurnya bagus dan nggak ngebosenin.


8. Black mirror

Setiap episodenya beda beda alur cerita. Jadi nggak ada hubungannya antara episode 1 dan lainnya. Kisahnya tentang perkembangan teknologi era modern. Lebih tepatnya gambaran masa depan akan seperti apa.


9. The Witcher 

Seorang pemburu bayaran pembasmi monster yang bermutasi untuk memenuhi takdirnya di dunia yang bergejolak, tempat manusia sering terbukti lebih jahat daripada monster itu sendiri.


10. The end of the fucking world

Ini kisah tentang 2 anak (cewe sm cowo) yang kabur dari rumah. Mereka muak sama kehidupannya dan akhirnya kabur dari rumah masing masing. Kisahnya dimulai pas mereka kabur dan akhirnya mereka pacaran dimana gaya pacarannya freak banget.


11. Riverdale

Serial tentang kehidupan di salah satu kota kecil yang bernama Riverdale. Pemerannya rata rata anak SMA yang selalu memecahkan masalah yang ada di kota itu. Tiap season selalu ada sesuatu masalah yang muncul.


12. The naked director

Warning!! 18+ haha. Ini limited series yang menceritakan asal mula bisnis film porno di jepang. Ceritanya unik dan kebanyakan komedi sih. Film ini menceritakan dari sudut pandang si pembuat film porno yang akhirnya berhasil setelah gagal berkali kali.


13. The affair

Dari judulnya aja udah tau kan kalau ini pasti tentang perselingkuhan. Yak! serial ini bercerita tentang apa yang terjadi sejak perselingkuhan itu ada di antara kedua pasangan yang udah sama sama menikah. Drama sih tapi full of lessons banget! Wajib nonton!


14. Messiah 

Berlatar pada era situasi Suriah ketika berperang melawan pemberontak ISIL atau ISIS, masyarakat di Damaskus, ibu kota Suriah, kacau balau. Mereka kehilangan orang terkasih, tempat tinggal, tak punya makanan, dan harus menghadapi teror setiap waktu. Di tengah ketidakjelasan hidup, sosok misterius muncul di tengah-tengah kota. Dirinya tak berhenti berkhotbah soal keyakinan dan nasib masyarakat yang sudah ditentukan Tuhan. Serial ini sempet kontroversial soalnya katanya becerita soal "Dajjal"


15. Money heist

Bercerita tentangg perampokan bank terbesar di spanyol. Super duper kereen. Geng perampok ini bener bener “cerdas” banget dalam menjalankan misinya dan dijelasin secara detail. Wajib diikutin sih seriesnya! 





"We're not bad people. We just come from a bad place,"



Sinopsis: Brandon Sullivan (Michael Fassbender) adalah seorang sex-addict yang menyimpan rahasia itu dari lingkungan sekitarnya. Hingga suatu saat, adiknya yang mempunyai masalah hidup yang begitu berat, Sissy (Carey Mulligan) menginap di apartement Brandon dan mengganggu kehidupan Brandon yang awalnya tenang.

Kalau ada yang menanyakan saya siapa aktor favorit luar negeri yang saya sukai, maka tanpa ragu akan saya jawab; Michael Fassbender. Pertama kali dikenal dalam film Quentin Tarantino Inglorious Basterds (2009), Michael Fassbender kemudian dikenal luas lewat perannya sebagai robot android David di  Prometheus-nya Ridley Scott (2012) dan juga sebagai Magento di film franchise X-Men. Dan di 2015 lalu memainkan peran sebagai Steve Jobs di film garapan Danny Boyle.

Namun buat saya, perannya sebagai Tuan Tanah yang jahat dalam film 12 Years of Slave (2013) yang juga pernah saya review filmya, adalah yang terbaik dari yang terbaik. Dalam film ini pula Fassbender berhasil membuahkan nominasi Oscar lewat perannya itu. Dan saya rasa kita semua sepakat harusnya dalam film Shame dia bisa mendapatkan nominasi Oscar kembali.

Shame berkisah tentang Brandon, sekilas ia tampan, kaya (punya apartement sendiri), dan kehidupan sosialnya yang begitu asyik. Mungkin melihat Brandon, kita akan diingatkan kembali dengan Christian Grey yang sama-sama memiliki rahasia yang ditutup sangat rapat. Dari luar kita bisa melihat Brandon adalah orang yang biasa saja, tapi sebenarnya dia adalah orang yang sangat introvert. Dan siapa yang menyangka kalau Brandon adalah sex addict dimana ia suka menyimpan file-file porno, menyewa hooker, hingga bermasturbasi di toilet kantornya. Kehidupannya yang awalnya tenang berubah ketika adiknya datang dan menginap di apartement Brandon dimana keduanya mempunyai masalah hidup masing-masing dan berujung konflik.

Adegan pembuka dalam film ini memperlihatkan Brandon tergeletak di ranjang dalam beberapa detik yang menurut saya agak membuat bosen jikalau adegan selanjutnya tidak menunjukan Brandon berjalan tanpa busana. Shame mampu membuat kamu menyelami sosok Brandon yang bukan hanya sex addict, namun juga sosok introvert yang tidak mampu menunjukan emosinya secara bebas. Buat saya, ekspresi Brandon saat orgasme threesome di menjelang akhir film yang awalnya menikmati tiba-tiba berubah menjadi begitu emosional, menyedihkan dan malu terhadap dirinya sendiri adalah adegan yang terkeren yang pernah saya lihat dan saya hampir menangis di scene ini.

Lalu adiknya, Sissy yang begitu fun dan ekstrovert, walaupun sama-sama bermasalah namun aktingnya begitu baik. Ada adegan dimana Sissy dan Brandon bertengkar hebat, akting keduanya begitu natural dan mendapatkan chemistry yang begitu baik.

Apakah film ini banyak menampilkan adegan seks? Jawabannya ya, karena film ini diadaptasi dari seorang yang memang seorang sex addict.  Namun tentu saja, Shame bukanlah film porno kaleng-kaleng yang memunculkan adegan seks yang begitu vulgar. Steve McQueen selaku sutradara dalam film ini jelas cukup paham bagaimana menampilkan adegan-adegan seksnya dengan cara yang berkelas. Tapi tentu saja ini bukan film yang aman untuk ditonton untuk usia yang masih di bawah umur.

Over all, bintang dari film ini jelas Michael Fassbender, walaupun Carey Mulligan berperan sangat baik juga dalam film ini. He deserves an Oscar for his performance.

wiro..wiro sableng

sinto..sinto gendeng


wiro..murid sableng


sinto..guru gendeng




Hahahaa, can you'll guess of the song's lyrics above? 😂


source: google


Ketika saya ingin menulis blog ini, saya berusaha mengais-ngais ingatan saya tentang Wiro Sableng "212".
Novel pertama kali yang saya baca sewaktu kecil, dimana papa saya yang memperkenalkan Wiro Sableng. Karakter yang digambarkan memakai kostum berwarna putih, memakai ikat kepala dan mempunyai senjata berupa kapak.


Ya. dia si Wiro Sableng, Wiro yang terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi sudah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.
Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah 212 di dadanya.

Lalu, siapa pencipta karakter dari Wiro Sableng ini? Saya baru mengetahui setelah dewasa-dewasa ini tentang siapa pencipta dari karakter Wiro Sableng, dari kecil ya cuma sekedar baca novelnya dan nonton sinetronnya aja di tv.

Dia adalah Bastian Tito, seorang seniman dan penulis novel dari Indonesia. Dia juga sekaligus Ayah dari aktor Indonesia yang enggak diragukan lagi actingnya di dunia perfilm-an, yaitu Vino G. Bastian. Hayo siapa dari kalian yang baru tau informasi ini?

Dan saya sangat salut, ketika mendapati kabar di tahun 2018 bahwa kak Vino bermain dalam film Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212. Dimana dia berperan sebagai Wiro Sableng, yang kita tahu bahwa sang ayahnya lah yang menciptakan karakter tersebut. Dan tokoh iconic dari serial Wiro Sableng yaitu om Ken Ken yang pastinya dikenal banget sama ibu atau bapak-bapak kita juga generasi 90an.

sayangnya, om Bastian Tito sudah meninggal sejak tahun 2006.
apresiasi tertinggi dari saya untuk om Bastian Tito, om Ken Ken dan kak Vino 🙏

oke.. saya akan kembali bahas tentang karakter Wiro Sableng. Wiro punya banyak sekali kesaktian, yang pastinya tidak akan saya sebutkan semua di blog ini karena akan sangat membosankan pembaca. Saya hanya akan menyebutkan kesaktian yang menurut saya epik sewaktu saya membaca novelnya.

1. Pukulan Harimau Dewa
Kesaktian yang diwariskan oleh Datuk Rao Basalung Ameh. Makhluk setengah roh dan setengah manusia yang berasal dari kepulauan Andalas. Diawali dengan tiupan di tangan sebelah kanan yang memunculkan gambar kepala harimau putih. Pukulan ini mampu menghancurkan apa saja tanpa perlu ngeluarin tenaga dalem. Kebayang nggak? Dan cuma ada beberapa musuh Wiro Sableng yang bisa matahin kekuatan ini loh.

2. Ilmu Silat Orang Gila
Entah kenapa, setiap kali Wiro mengeluarkan ilmu ini rasa-rasanya saya ketawa nggak ada abis-abisnya. Ilmu yang diajarkan dari Si Tua Gila berupa gerakan-gerakan silat yang terlihat ngawur dan pastinya mirip gerakan orang gila. Eitsss, jangan salah loh, gerakannya boleh terlihat kaya orang gila, tapi kekuatannya sangat berbahaya.

3. Pukulan Dinding Angin Berhembus Tindih-Menindih
Rasanya nggak afdol kalau saya nggak masukin Wiro Sableng yang ini. Diajarkan oleh Sinto Gendeng, berupa angin dahsayt yang berhembus menyebar dan menggempul susul menyusul dangan "sekali pukul". Keistimewaannya? Pukulan ini mempunyai 3 fungsi yakni: dapat digunakan menyerang, bertahan, sekaligus mengembalikan serangan lawan ke pemiliknya.

Senjata-senjata yang dimiliki Wiro ada 3, yaitu Kapak Maut Naga Geni 212Batu Hitam 212, dan Bintang 212.


Lalu, novel dari series Wiro Sableng yang paling saya suka yaitu Empat Brewok dari Gua Sanggreng. Sempet heran dengan diri sendiri. Bisa-bisanya ya saya sewaktu SD baca serial ini, disaat teman teman yang lain baca majalah Bobo. di Buku ini diceritakan dimana Wiro menuntut balas atas meninggalnya kedua orang-tuanya. di perjalannya Wiro bertemu dengan gerombolan empat berewok dari Gua Sanggreng, dimana keduanya terikat dalam tali balas dendam kepada kelompok yang sama. Namun selama perjalanannya banyak hal yang nggak terduga terjadi.

Empat Brewok dari Gua Sanggreng.
Source: Google



ada beberapa penggalan dialog yang saya inget

”Bikin mampus saja sama kawan-kawan!” teriak salah seorang pengejar.
”Berani kurang ajar sama kita orang! Cincang sampai lumat!,” kata yang berbadan paling tinggi. 


dan di novel ini saya mengetahui bahwa karakter Wiro Sableng rada Playboy! hahaha


dialog dan juga adegan yang disajikan hampir semua berisi umpatan. dan yang paling saya suka ceritanya begitu sangat ringan untuk dibaca ketika saya masih SD. dan jadi ngerti, kenapa saya suka banget dengan bacaan Wiro Sableng 😅

but anyway, jika nanti ada kesempatan saya akan bahas tentang Film Wiro Sableng yang diperankan kak Vino ya.

Untuk sekarang, sekilas ini dulu aja ulasannya hehe.

Terimakasih.

"What is wrong is wrong, no matter who said it or where it's written." - Nader   



Ketika saya menonton film A Separation, saya cuma bisa bilang "wow", pantas film ini bisa memenangkan Golden Globe dalam Film Berbahasa Asing Terbaik :-)

Film yang di SutradaraiAshgar Farhadi dan di perankan oleh Leila Hatami, Peymen Moaadi, Shahab Hosseini, Sareh Bayat, dan Sarina Farhadi, membawa cerita yang begitu sederhana dengan narasi yang realistis dan konfliktual dengan latar belakang kelas menengah ke bawah dan disparitas sosial yang dibumbui hirarki orang tua dan domestikasi perempuan di ranah privat dan publik sehingga dikemas sangat apik.

Sinopsis dari film A Separation menceritakan adanya perbedaan tujuan antara Simin (Leila Hatami) dengan suaminya Nader (Peymen Moaadi). Mereka memutuskan untuk bercerai dan meninggalkan anaknya yang masih berusia 11 tahun, Termeh (Sarina Farhadi). Selama mengurus proses perceraiannya, Simin meminta bantuan Razier (Sareh Bayat) untuk mengurus segala kebutuhan calon mantan suaminya Nader, anaknya Termeh serta ayah Nader yang menderita penyakit Alzheimer. Namun, hal ini membuat konflik yang begitu panjang.

Film A Separation merupakan garapan dari negara Iran, seberapa sering film buatan Iran yang pernah saya tonton? Sepertinya sangat jarang.

Dalam film A Separation saya terbawa perjalanan emosi yang bisa dibilang melelahkan, tidak ada karakter protagonis dan antagonis dalam film ini - karena semua karakter memberikan perspektif yang masuk akal antara sifat baik maupun sifat buruk.

Nader dan Simin merupakan pasangan dari keluarga menengah-modern yang hubungannya sudah di ujung tanduk perceraian, lalu Simin meminta tolong kepada Razier untuk mengurus suami, anak serta ayah mertuanya. Razier merupakan orang yang berasal dari keluarga menengah ke bawah yang begitu religius.

Konflik bermula ketika Razier meninggalkan Ayah Nader dalam keadaan tangan terikat. Hal itu diketahui oleh Nader dan membuat Nader begitu marah dan berujung mengusir Razier dan mendorongnya sehingga membuat Razier terjatuh ditambah Razier sedang hamil muda dan dari tragedi "mendorong" ini membuat Razier harus keguguran serta membuat suami Razier marah besar dan menuntut Nader ke Pengadilan.

Cerita yang diangkat ke dalam film A Separation memang sederhana itu, namun siapa sangka bagi saya film ini lebih rumit dari apa yang diceritakan.
Film ini banyak menyinggung tentang nilai-nilai agama serta moral, bagaimana mungkin kebohongan kecil bisa membuat kebohongan lain menjadi besar? Saya jadi teringat ketika ada seseorang berkata "Tidak apa-apa berbohong jika untuk kebaikan", lalu sejauh mana "berbohong demi kebaikan" masih bisa untuk ditolerir?

Untuk beberapa aspek seperti sinematografi dalam film ini, ataupun musik memang kita tidak menemukan hal yang istimewa. Namun dalam cerita serta culture bahasa, saya sampai nggak bisa berkata-kata lagi. Saking luar biasanya, cerita ini dapat dirangkum menjadi sebuah film "sederhana" berdurasi 2 jam. Sangat Kagum!

“There was never an angry man that thought his anger unjust”

Three Billboards Outside Ebbing, Missouri

Three Billboards Outside Ebbing, Missouri adalah film yang semua karakternya harus menanggung kecewa. Mampu menyajikan sebuah tontonan drama komedi yang luar biasa untuk mengusik hati dan pikiran penonton.


Three Billboards Outside Ebbing, Missouri mengisahkan tentang seorang wanita bernama Mildred Hayes (Francis McDormand), yang hidupnya berubah menjadi penuh kesedihan setelah putrinya ditemukan tewas dalam kondisi yang sangat mengenaskan, di mana gadis malang tersebut diperkosa saat sekarat dan kemudian tubuhnya dibakar hingga hangus.


Delapan bulan telah berlalu sejak tragedi tersebut dan masih belum ada tanda-tanda kasusnya menemui titik terang. Merasa tidak puas dengan kinerja kepala polisi Kota Ebbing; Bill Willoughby (Woody Harrelson) yang Mildred anggap tidak becus dalam melakukan penyelidikan, sang ibu yang berduka tersebut kemudian menyewa tiga papan reklame yang ia isi dengan kata-kata celaan kepada sang Kapol, sebagai tanda protesnya terhadap kepolisian Ebbing yang menangani kasus putrinya dengan setengah hati.

Selain menghadapi protes dan amarah dari petugas-petugas polisi di kota Ebbing, Mildred juga harus menghadapi celaan dari masyarakat kota kecil di negara bagian Missouri tersebut yang cenderung memihak pada Willoughby. Tanpa Mildred sadari, tiga papan reklame yang ia pasang di pinggiran kota tersebut akan memicu rentetan tragedi yang tidak hanya akan mengubah hidupnya, namun juga hidup orang-orang di sekitarnya, baik yang ia sayangi maupun benci.

Mengapa saya bilang semua karakternya harus menanggung kecewa?

Film ini menceritakan seorang ibu yang kecewa terhadap aparat kepolisian yang tidak becus menemukan pemerkosa dan pembunuh putrinya. Belum lagi, seorang kepala polisi yang kecewa lantaran disalahkan dan dianggap tidak berguna, terlebih dia harus menerima kenyataan bahwa sebentar lagi dia akan mati karena penyakit kanker dan meninggalkan anak serta istrinya.
Lalu, seorang istri dari seorang polisi harus menerima kenyataan bahwa suaminya pergi dengan cara bunuh diri. Ada lagi, seorang anggota polisi yang kecewa lantaran ditinggal oleh atasannya dengan cara yang menyedihkan.

Tidak banyak percakapan pada film ini, namun ekspresi para pemain sanggup menampilkan segala yang dirasakan; kecewa, sedih, marah, dan juga harapan.




Sebagai penonton, perasaan saya malah nyesek setelah menontonnya.

















Solomon Northup (Chiwetel Ejiofor)

Film ini menceritakan pada abad ke-19, kisah nyata yang berawal dari sebuah pertemuan kerjasama antara Solomon (Chiwetel Ejiofor) seorang pemain musik yang berkulit hitam dengan beberapa pria kulit putih, yang berakhir tragis.

Solomon yang tiba-tiba disekap dalam ruang kecil yang membuat dirinya terjebak dalam transaksi perbudakan. Ya, Solomon dijual dan dijadikan budak.

Solomon Northup pun diganti identitasnya dan membuat dirinya di beli oleh seseorang bernama Ford (Benedict Cumberbatch).

Ford (Benedict Cumberbatch) dan Solomon (Chiwetel Ejiofor)


Disaat dirinya bekerja dengan Ford, dia mengalami masalah dengan seseorang dan akhirnya Solomon harus dijual kepada Edwin Epps (Michael Fassbender), seorang yang terkenal sebagai orang yang jahat dengan budak-budak berkulit hitam miliknya. Disana, dia bertemu dengan Patsey (Lupita Nyong'o), budak kulit hitam wanita yang ternyata sering dilecehkan oleh Epps. Solomon pun mencari segala bantuan agar dirinya bisa terlepas menjadi budak karena dirinya adalah seorang kulit hitam yang bebas.

Banyak adegan penyiksaan fisik dalam film ini, yang tidak kuat boleh memalingkan wajah pada saat menonton (hehe)
  
Sepanjang jalan film saya berfikir, di manakah belas kasih orang-orang yang senang menyiksa ini?
Para pemain pun berhasil memberikan kesan yang memilukan dan penuh penderitaan 💗
  
Dalam rentan waktu 12 tahun sebagai budak, yang diinginkan Solomon adalah agar bisa kembali bertemu dengan istri dan anak-anaknya.

Oh dan lagi, cinematografi dalam film ini sungguh memukau.




IMDb Rating 
8.1

Director
Steve McQueen

Writer
John Ridley

Stars
Chiwetel Ejiofor, Michael Kenneth Williams, Michael Fassbender, Brad Pitt, Dwight Henry, Benedict Cumberbatch.

Running Time
2h 14m

Genres
Biography, Drama, History





Apa yang kamu pikirkan jika melihat film dengan genre western? yang pasti terpikirkan pertama kali adalah cowboy, right? HOSTILES, film yang bertemakan cowboy dan rasisme ini menghadirkan perasaan yang berbeda bagi setiap penontonnya.






Di awali dengan adegan pembuka yang menghadirkan pembantaian sebuah keluarga yang dilakukan oleh sekelompok orang berkuda. Apa alasannya? Sementara sang ibu (Rosalie) selamat karena berhasil bersembunyi disaat anak dan suaminya terbunuh.


Di sisi lain seorang kapten bernama Joseph Blocker yang rasis diberi tugas terakhir sebelum pensiun. Tugas tersebut ialah untuk mengawal kelurga indian untuk kembali ke Montana. Betapa tidak menyenangkannya perasaan sang kapten yang harus berjalan menyusuri orang-orang yang tidak disukainya. Terlebih, ekspresi sang kapten yang penuh kebencian dan luka masa lalu semakin menambah kesan dramatis di film ini. di tengah perjalanan rombongan sang kapten bertemu dengan Rosalie yang hampir gila karena pembantaian keluarganya.






Film ini bercerita tentang luka lama dan bagaimana cara seseorang menyembuhkan luka lama tersebut. Yaitu, dengan menerima kenyataan.

Akhir cerita yang menyenangkan dan melegakan bagi setiap yang menonton film ini,
Hostiles menampilkan sinematografi yang memukau (dan mengingatkan saya dengan film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak).
  
Rating
IMDb: 7,2/10

Sutradara
Scott Cooper

Produser
Scott Cooper, Ken Kao, John Lesher

Penulis Skenario
Scott Cooper

Pengarang Cerita
Donald E. Stewart

Pemain
Christian Bale, Rosamund Pike, Wes Studi, Jesse Plemons, Adam Beach, Rory Cochrane, Ben Foster

Musik
Max Richter

Sinematografi
Masanobu Takayanagi

Penyunting
Tom Cross

Produksi
Waypoint Entertainment, Le Grisbi Productions, Bloom Media

Distributor
Entertainment Studios Motion Pictures

Durasi
133 menit

Budget
USD 39 juta

Rilis
2 September 2017 (Telluride), 22 Desember 2017 (Amerika Serikat), 1 Juni 2018 (Indonesia)